Cara Menghilangkan Bau Ketiak

Apakah kamu mempuanyai masalah bau ketiak?

Ketika kumpul bersama teman-teman atau kerja, bahkan melakukan aktifitas lain tidak percaya diri karena bau ketiak yang mengganggu indra penciuman. 

Nah kali ini saya akan memberikan informasi atau hanya sekedar sharing pengalaman pribadi saja yah.

Kita bahas dulu darimana asal mula itu bau ketiak itu yah.

Penyebab bau ketiak terdiri dari dua faktor, petama karena faktor keturunan dan kedua karena adanya bakteri yang berlebihan pada ketiak yang disebabkan karena mandi yang kurang bersih. 

Mungkin banyak teman-teman yang menggunakan deodorant tetapi tetap tercium bau? 

Cara menghilangkannya yaitu dengan Cuka Apel.

Caranya :

Campurkan cuka apel dengan air putih, dengan perbandingan 1:1. 

Gunakan setelah mandi, dengan mengoleskan cuka apel yang sudah dicampur air tadi ke ketiak dengan kapas. Diamkan sampai mengering, kemudian pakai deodorant seperti biasa.

Lakukan setiap hari, dan coba rasakan perbedaannya ketika menggunakan cuka apel dan ketika tidak.


Selamat mencoba 🙂


Advertisements

Marry and Kiss

Cash : Choi Minho

Genre : Romance

Rating : 17+
“Saya sangat mencintaimu!”Tegas lelaki yang berperawakan tinggi itu, di lanjutkan dengan berkata ” Saya akan menemui orang tuamu dan kita akan menikah.”
Wanita di sampingnya hanya tersenyum seadanya sambil menelisik mata lelaki yang kini di hadapannya, melihat apakah ada kesungguhan di gurat matanya, apakah kebohongan tak nampak pada tatapan matanya.

Kemudian di lanjutkan dengan anggukan oleh wanita itu, tidak ada ekspresi kaget seperti kebanyakan wanita lain ketika di lamar oleh lelaki yang mungkin di cintainya. Sikapnya selalu dingin, ntah senang atau sedih atau mungkin biasa saja. Tidak bisa di tebak jika hanya di lihat dari ekspresi wajahnya kali ini.
Pria di sampingnya tampak bingung melihat wanita di sampignya, yang kenapa tak memeluknya atau menciumnya seperti ekspresi kebanyakan wanita lain yang ketika lelakinya menyatakan hal seperti itu akan bersikap seperti itu.
Lelaki itu tampak termenung, dan keheningan menyelimuti mereka. Hanya rintik hujan yang terdengar mengalun indah. 

Tatapan wanita itu tetap ke depan dan tajam tanpa memperdulikan perasaan kekasih di sampingnya.
Dengan lembut dan pelan lelaki itu memegang tangan wanitanya “Apa kau tidak senang?”

“hmm?” Dengan tatapan datar wanita itu kini memalingkan wajahnya menghadap lelakinya.

“Apa kau tidak senang dengan apa yang aku katakan barusan?” Lelaki itu mempertegas pertanyaannya dengan mata berkaca-kaca.

Lagi-lagi hanya dengan senyuman di balasnya pertanyaan lelaki itu. Lanjutnya “Aku akan benar benar senang, jika ucapanmu itu sudah terjadi, tidak hanya sebuah ucapan belaka.” 
Lelakinya hanya tersenyum melihat wanita yang amat ia cintai itu, sambil menganggukan kepala. “I will promise”

Wanita itu tersenyum, sambil melepaskan genggaman tangan lelakinya dan menatapnya lekat-lekat, kemudian perlahan mendekatkan kepalanya, dan tangannya kini beralih pada leher lelakinya.”Aku juga mencintaimu Choi Minho!” kemudian menempelkan bibirnya dengan lembut di bibir lelaki yang di cintainya.

Kadang cinta melumpuhkan logika

sarang

Tidak ada yang lebih indah dalam sejarah perasaan manusia seperti saat ketika ia sedang jatuh cinta.

Bukan karena dunia sekeliling yang berubah pada kenyataannya. Tapi saat-saat jatuh cintalah yang seketika mengubah persepsi kita tentang dunia.

Itulah mengapa taj mahal terukir, bukti cinta suami pada istrinya.
Itulah mengapa tembok cina berdiri kokoh,  bukti cinta bangsa cina pada negaranya.

Kadang cinta melumpuhkan logika …

Begitupun kecintaan hamba pada Tuhannya …

Jika tak begitu, mana mungkin rasulullah SAW rela kakinya bengkak karena setiap malam berkhalwat dengan Allah padahal surga telah dijaminkan untuknya.

Itulah cinta …
Tak selalu butuh alasan yang logis.
Tidak selalu karena pasangan yang kita cintai itu memang cantik atau tampan pada kenyataannya.
Tapi cinta kita padanya yang membuatnya cantik atau tampan dimata kita.

Itulah cinta …
Ia memberikan rasa terdalam karena satu alasan : CINTA
Dalam ketidaksempurnaannya, timbul jiwa pahlawan dalam diri kita untuk menerima dengan ikhlas segala kekurangan.
-Tony Raharjo-

Cinta adalah energi awal yang menggerakannya …

Pernikahan bukan sekedar ikatan perasaan, meskipun perasaan seyogyanya harus ada dalam ikatan pernikahan.
Pernikahan mengikat pelakunya. Bukan hanya dari sekedar rasa, tapi juga dalam ikatan hak dan kewajiban, pahala dan dosa.

Sebenarnya dalam bab cinta tak penting kita mengenal bentuknya, yang lebih penting kita melakukan gerakannya. Seperti terbangunnya tajmahal, tajmahal bukan bentuk cinta, itu adalah karya nyata dari gerak cinta.
Cinta mengajak kita bergerak seperti melodi yang mengajak kaki berdetak tanpa di sadari.

Ia tenaga yang mampu membangunkan orang dari tidurnya, membangkitkan jiwa dari malasnya.

Seperti angin yang menggerakan kincir angin, lalu kincir angin menggerakan turbin, dan turbin menghasilkan listrik.
Cinta adalah energi awal yang menggerakannya.
Semakin besar gelombangnya, semakin besar gerak yang di hasilkannya. Sebaliknya, semakin kecil gelombangnya semakin kecil gerak yang di hasilkannya. Besar kecil gerak adalah ukuran terlogis dari besar kecilnya gelombang.

Cinta bukan mengajari kita untuk lemah, tapi membangkitkan kekuatan.
Cinta bukan mengajari kita menghinakan diri, tapi menghembuskan kegagahan.
Cinta bukan melemahkan semangat, tapi membangkitkan gelora.
Cinta dapat mengubah pait menjadi manis. Debu beralih emas. Keruh menjadi bening. Sakit menjadi sembuh. Derita menjadi nikmat, dan marah jadi kasih sayang.

Demikian cinta.
Ukuran terlogis dari besar kecilnya cinta terlihat dari gerak yang di hasilkannya. Oleh karena itu, cinta tak pernah lama mengajak diri berdiam diri, dan tak pernah lama meratapi.

Seberat apapun kelak kita menghadapi badai, bergerak adalah pilihan terlogis untuk menyelesaikannya dan gerakan yang paling mudah  di pelajari oleh cinta dalam pernikahan adalah belajar memenuhi hak dan kewajiban.
-Tony Raharjo-